PANDUANRAKYAT, BUTON- Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buton, Nurul Kudus Tako,BAE, SE.MT memperkenalkan konsep Pasarwajo street food untuk menata permukiman kumuh di pantai Pasarwajo, Buton.
Proyek perubahan Pelatihan kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan VII ini di Launching langsung oleh Penjabat Bupati Buton, Drs. Basiran M.Si di depan Kantor Lurah Pasarwajo, Kecamatan Pasarwajo, Kamis (20/7/2023).
Pelaunching ini bersamaan dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Khusus kekerasan terhadap perempuan dan anak (Si Puspa) dengan Reformer Ilham Habo Nibu,SP
Serta aplikasi Sistem Pengolahan Informasi dan harga pangan ( Si Pintar Pangan) dengan Reformer La Lodi, S. Pt., M. Si.
Dalam kesempatan itu, Basiran menjelaskan pantai teluk Pasarwajo merupakan sebuah kawasan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, sebab, kawasan ini diakuinya sangat bagus.
“Setiap video yang saya upload di media sosial pasti akan mendapatkan tanggapan positif orang yang belum pernah berkunjung ke kawasan ini,” jelasnya.
Lanjut, menurutnya, pusat jajanan jalanan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Olehnya itu, ia berharap kawasan pantai Pasarwajo perlu ditata dengan baik. Mulai dari lampu hias hingga parkiran.
Tidak hanya itu, Basiran berharap apa yang direncanakan ini sekiranya mendapatkan dukungan dari semua pihak.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buton, Nurul Kudus Tako menjelaskan proyek perubahan Pasarwajo street food ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama para pelaku UMKM.
Ia menjelaskan pihaknya tertarik memanfaatkan ruang publik di pesisir pantai teluk Pasarwajo untuk dijadikan sebagai kawasan wisata kuliner jalanan kerena di Buton menurutnya belum ada konsep tersebut.
“Saya tertarik dengan kalimat kawasan kuliner karena seperti yang saya bilang lebih awal tadi bahwa kami melihat pantainya ini kan tadinya dia kumuh sehingga adanya penataan melalui konsep Pasarwajo street food penataan permukiman kumuh melalui konsep tersebut sehingga kita melihat di wilayah kabupaten Buton ini kan untuk daerah-daerah atau wisata kuliner itu belum ada,” ujar dia saat ditemui wartawan usai pelaunchingan, Kamis (20/7/2023).
Lanjut, ia menjelaskan nanti skema konsep street food Pasarwajo ini, para pelaku usaha menggunakan gerobak dorong saat menjual kuliner. Para pelaku usaha dapat menjual dagangannya pada saat sore dan malam hari.
“Di samping itu juga kami masih menunggu pengadaan gerobak karena konsepnya ini nanti ya penataan gerobaknya itu dia menggunakan gerobak gerobak dorong sehingga dia berfungsi pada saat sore dan di malam hari Pagi dan siang itu kawasan ini harus bersih sehingga konsep itu yang kami gunakan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan itu, kata dia pihaknya sedang menata kawasan pantai Pasarwajo, mulai dari pengadaan gerobak hingga pengadaan lampu jalan.
“Kemudian di samping itu juga termasuk penataan-penataan lingkungannya dalam hal ini lampu jalan karena di kawasan ini kalau malam dia gelap Gitu jadi itu sudah masuk ya Proposalnya di PLN. Bukan cuma di PLN saja sebagai penyedia dalam hal ini CSR tetapi juga di bank Sultra untuk meningkatkan UMKM ini sebagai kawasan baru itu kan perlu sosialisasi,” jelasnya. (Gus)

