PANDUANRAKYAT, BUTON- Pemerintah terus mengucurkan bantuan sosial atau bansos, diantaranya berupa Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT, dan juga Program Keluarga Harapan atau PKH.
Hanya saja, dilapangan sepertinya belum semua masyarakat bisa menikmati bansos BPNT atau PKH itu.
Karena masih banyak warga belum bisa mencairkan kedua jenis bantuan itu, padahal sebelumnya mereka mendapatkan BPNT dan PKH, namun di akhir-akhir ini, malah bantuan tak cair.
Tentu saja hal itu membuat sebagian besar masyarakat, terutama penerima manfaat jadi penuh tanda tanya.
Ada yang berpikiran positif dengan mengira mungkin memang tak disalurkan lagi oleh pemerintah kepadanya.
Namun, tak jarang masyarakat atau penerima sebelumnya juga berpikiran negatif, dengan menduga bantuan untuk dirinya diduga disalahgunakan oleh oknum atau pihak lain yang tak bertanggungjawab.
Apalagi dirinya mendapati kenyataan selama ini selalu dapat BPNT atau akrab ditelinga dengan sebutan bantuan sembako, namun sekarang tidak lagi.
Demikian juga dengan bantuan PKH. Dulu-dulu dapat, eh sekarang tidak lagi kebagian.
Ternyata, jika ditelusuri banyak faktor yang mempengaruhi seseorang yang sebelumnya dapat bantuan BPNT dan PKH, belakangan tidak cair lagi. Hal ini terutama berkaitan dengan data.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton, Drs La Nadji menjelaskan jika masyarakat sebelumnya mendapatkan bantuan sosial baik PKH, BPNT maupun bantuan sosial lainnya, tetapi tiba-tiba hilang dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menurutnya di sebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, terdaftar ganda dan data tidak valid.
“Untuk data ganda yang di maksud adalah jika anaknya sudah menikah dan memiliki KK baru tetapi tidak di keluarkan dari KK orang tuanya maka itu di katakan data ganda, sedangkan data tidak falid ada yang memiliki dua orang istri (poligami) karena terdaftar di dua orang keluarga dan yang sudah pernah melakukan pindah pada saat kembali tidak melaporkan lagi ke Dukcapil,” ujar dia saat ditemui Panduanrakyat.com di Depan Kantor Dinas Sosial Buton, Gedung C Lantai 3, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Takawa, Selasa (28/3/2023).
Hilangnya data penerima bansos itu kata dia bisa dikembalikan untuk kembami mendapatkan bantuan lagi.
Caranya, mengusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) desa/kelurahan agar orang tersebut diusulkan kembali.Jika sudah menjadi calon penerima, maka sudah menjadi tugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk melakukan verifikasi dengan mengecek apakah orang tersebut layak atau tidak mendapatkan bantuan sosial.
“Untuk saat ini bagi yang mendapatkan bantuan PKH itu ada yang berubah dari jumlahnya itu di karenakan jika dalam satu tingkat (SD, SMP Dan SMA) ada dua orang maka yang masuk hanya satu orang saja,” tandasnya.
Peliput: Toni Armin Syah

