PANDUANRAKYAT, BUTON-Desa Wagari, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai desa wisata binaan Kemenparekraf RI Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2023.
Kepala Desa Wagari, Hafilun menjelaskan berbekal pengalaman studi wisata yang kerap diikuti. Dirinya berhasil menerapkan apa yang didapatkan selama mengikuti pelatihan wisata diberbagai daerah.
Dirinya kemudian mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Wagari. Mulai dari Mangrove, Air Terjun, Benteng dan Agrowisata hingga akhirnya Desa Wagari mendapatkan penghargaan.

“Sudah tiga kali (Pelatihan wisata) pertama di Bali saat pak Sjafei Kahar menjabat Bupat Buton kemudian di Blitar dan yang terakhir baru-baru ini di Jakarta,” ujar Hafilun saat ditemui Panduanrakyat.com diruang kerjanya, Kantor Desa Wagari, Senin (21/2/2023).
Lanjutnya, Hafilun menjelaskan dengan adanya penghargaan, ini menjadi bukti kinerja desa diapresiasi Kementrian.
Olehnya itu, ia berharap agar masyarakat Wagari selalu kompak dan mendukung arah ke bijakan pembanguan. Sebab, menurutnya, meski pun desa memiliki kemampuan anggaran untuk melakukan pembangunan, namun bila masyarakat tidak memiliki kebersamaan tentu akan menjadi sebuah hambatan.
“Walau pun kita miliki anggaran dan kemampuan tetapi tidak ada kebersamaan itu juga suatu hambatan. Yang jelas kita harus satukan pemahaman agar apa yang ingin kita buat itu terarah dan sesuai yang kita harapkan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan secara taksadar, kondisi geografis Desa Wagari mengharuskan adanya pembangunan berkelanjutan. Hal itu dilihat dari bentuk desa yang menyerupai huruf M. Menurutnya, huruf M tersebut memiliki makna “Membangun”.
“Dan jika kita melihat dari arah gunung jalan Desa Wagari ini berbentuk huruf M atau W jika di lihat dari arah laut tetapi itu semua tidak di sadari oleh orang,” jelasnya.
“Dari bentuk huruf tersebut Desa Wagari ini menuntut kita harus membangun maka mulai dari 2023 dan seterusnya kita akan melirik untuk pengembangan wisata mulai dari cagar budaya mau pun mangrove, pantai dan yang lainnya,” sambungnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta agar generasi muda turut menyumbangkan ide, gagasan dan pikiran membantu pemerintah desa melakukan pembangunan.
Peliput: Toni Armin Syah

