Panduanrakyat
Buton

Mudahkan Pencarian Arsip, Wa Ode Marni Perkenalkan Aplikasi SI-APIK

PANDUANRAKYAT, BUTON-Perencana Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton, Wa Ode Marni SP memperkenalkan aplikasi Optimalisasi Penataan Arsip Melalui Sistem Informasi Digital Arsip Elektronik atau yang disingkat SI-APIK guna mewujudkan Good Governance di lingkup pemerintah Kabupaten Buton.

Marni menjelaskan tujuan aplikasi untuk memudahkan pekerjaan dinas saat membutuhkan arsip. Dimana arsip tidak disimpan lagi dalam lemari ataupun dalam rangka membutuhkan ruangan yang luas, tetapi sudah disimpan dalam bentuk digitalisasi.

Bila membutuhkan sebuah arsip yang dinginkan tinggal membuka Link yang sudah disediakan secara online.

“Terinspirasi itu dengan banyaknya kasus-kasus Kehilangan arsip atau apa dan pada saat pengurusan dokumen-dokumen itu banyak arsip-arsip itu yang kita cari agak susah jadi dari tahun ke tahun kita mencari dokumen di dalam lemari yang bertumpuk kadang mungkin di ruangan yang luas,” ujar dia kepada Panduanrakyat.com usai pelaunchingan peserta aksi perubahan kinerja organisasi peserta pelatihan kepemimpinan administrator (PKA) angkatan VI dan VII tahun 2022 Badan Pengenbangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara di aula kantor Bupati Buton, lantai II, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Kamis (24/11/2022).

“Jadi mungkin susah untuk kita mendapatkan jadi saya terinspirasi harus digital ini jadi kita tinggal buka di komputer ataupun laptop di mana saja karena ini basis datanya secara online sudah secara digital,” sambungnya.

Lanjut, ia menjelaskan dalam aksi perubahan ini, dirinya masuk angkatan ke-VI. Agar aplikasi ini dapat termanfaatkan dengan baik, ia menyarankan organisasi perangkat daerah lingkup Pemkab Buton bisa menggunakan aplikasi SI-APIK untuk menyimpan arsip.

“Saya sarankan mungkin bagi OPD se Kabupaten Buton mungkin bisa menggunakan aplikasi ini untuk memudahkan pekerjaan dan dalam proses pencarian arsip dan pemanfaatan ruang penyimpanan arsip,”tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Buton kini memiliki tujuh aplikasi terbaru. Hasil karya para pejabat administrator eselon III. Mereka merupakan peserta aksi perubahan kinerja organisasi peserta pelatihan kepemimpinan administrator (PKA) angkatan VI dan VII tahun 2022 Badan Pengenbangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penjabat Bupati Buton, Drs Basiran M.Si melalui Sekretaris Kabupaten Buton, Asnawi Jamaludin melaunching tujuh aksi perubahan ini di aula kantor Bupati Buton, lantai II, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Kamis (24/11/2022).

Tujuh aksi perubahan ini merupakan hasil inovasi masing-masing, Makmur, SE membuat apilikasi “sistem pelayanan terintegrasi dokumen pengawasan pada Inspektorat Daerah Kabupaten Buton,”.

Sarnia SKM, M.Si, Optimalisasi kedisiplinan pegawai melalui pemanfaatan absen elektronik “mangkir” pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buton.

Wa Ode Marni SP, “Optimalisasi Penataan Arsip Melalui Sistem Informasi Digital Arsip Elektronik (SI-APIK) pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton”

Suwu Muhamad, S.Sos, “Elektronifikasi Kearsipan Surat Dinas (e-Kertas)”

La Ode Zahaba S.Hi,. M.Si, “Optimalisasi Peran Camat Melalui Penggunaan SOP dan Sosialisasi Pembinaan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton.

Rusman Alam Purnama, S. STP, “Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Dan Informasi Kepegawaian Berbasis Digital Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa

Hasim, ST, “Laporan Realisasi PAD Terintegrasi (LARIPAGI)”

Saat melaunching, Sekretaris Kabupaten Buton, Asnawi Jamaludin menjelaskan kegiatan ini sebenarnya merupakan bagian dari pembelajaran di pelatihan kepemimpinan dan memang giat harus dilaksanakan.

“Dan ini merupakan laporan, hanya saya perlu informasikan bahwa semua aplikasi yang ada ini saya lihat rata-rata menggunakan sistem online ini sebenarnya semua diperlukan dalam rangka mungkin percepatan-percepatan,” jelasnya.

Lanjut, ia berharap sebenarnya kegiatan pelaunchingan aplikasi ini merupakan inovasi yang dilahirkan oleh semua peserta jangan hanya sampai di kegiatan diklat saja melainkan nanti berkelanjutan.

“Karena nanti akan dievaluasi. Evaluasi tentang pelaksanaan pelatihan kepemimpinan ini kan tetap akan dilaporkan terus,” jelasnya.

“Kalau kita berbicara regulasi sebelum dilantik di eselon yang seperti sekarang di eselon 3 sebenarnya harus pendidikan dulu kalau di vertikal itu tidak dibiarkan tunjangannya kalau dia tidak ikut pelatihan di samping itu mungkin merupakan bagian dari penilaian kinerja dari pembina,”sambungnya.

Tidak hanya itu, ia berharap kedepannya terobosan yang sudah dilahirkan ini intinya mungkin bisa bermanfaat buat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton sehingga ada nilai tambah buat daerah dan mungkin ada nilai ibadah. (*)