PANDUANRAKYAT, BUTON-Pemerintah Desa Wagari menggelar musyawara desa dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2023. Giat itu berlangsung di aula Sanggara Kelompok Belajar Desa Wagari, Sabtu (5/11/2022).
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wagari, La Sahuni menjelaskan untuk menunjang pembangunan tahun 2023, pihaknya akan melakukan menyusun rancangan RKPDes agar apa yang menjadi target pembangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Wagari.
“Olehnya itu saya berharap pada seluruh masyarakat berpartisipasi untuk merancang pembangunan yang betul sangat di butuhkan oleh masyarakat agar kedepannya bisa meningkatkan kesejatraan kita semua,” tutur ketua BPD La Sahuni.
Sementara itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) Wagari, Nafiudin menjelaskan penyusunan rencana pembangunan desa ini tidak terlepas dari aturan yang berlaku, olehnya menurutnya walaupun pembangunnan sangat di butuhkan masyarakat tetapi tidak ada dalam aturan, maka tidak bisa dilaksanakan.
Lanjutnya, selain dari merencanakan pembangunan, giat ini juga sekaligus dilangsungkan dengan pembentukan tim penyusun rancangan RKPDes tahun 2023, tim tersebut minimal berjumlah tujuh orang dan maksimal 11 orang.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Wagari, Hafilun menjelaskan sebenarnya apa yang telah di sampaikan oleh masyarakat untuk Rencana Kerja Pemerintah sudah di usulkan dari tahun lalu, tetapi belum tercover karena masih ada yang lebih utama. Sebab, hampir 50 persen dari dana desa di gunakan untuk pembayaran bantuan langaung tunia (BLT).
Lanjut, Hafilun menjelaskan pembangunan tahun ini akan lebih maksimal, sebab pembayaran BLT sudah dikurangi sehingga rencana pembangunan akan di fokuskan ke pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pasca pandemi Covid-19. Terlebih lagi pengembangan BUMDes.
“Saya sangat salut pada seluruh masyarakat saya karena betul-betul memperdulikan tentang kesejahtraan bersama dan saya hanya menekankan bahwa untuk pengurus BUMDes harus betul-betul mengurusnya agar kita bisa melakukan penambahan modal lagi serta apa permasalahanya untuk kita carikan solusinya bersama,” ucapnya saat di temui di Aula Sanggar kelompok belajar desa wagari 05/11/2022
Terkait pengembangan, Ketua BUMDes Rebin, meminta maaf karena BUMDes Wagari belum sesuai harapan masyarakat, hal itu dikarenakan dirinya baru terpilih beberabulan lalu.
Sehingga pihaknya belum bisa memberikanapa yang dilakukan kedepannya tetapi, namun ia mangaku selaku ketua telah mengambil sejumlah langkah salah satunya dengan mengumpulkan seluruh ketua unitnya masing-masing.
Lebih lanjut, Rebin menyebutkan sejauh ini, BUMDes Wagari menggeluti tiga unit usaha, masing-masing simpan pinjaman, peyediaan sarana produksi pertaniaan, penyedian bahan bangunan. Dari tiga jenis usaha itu yang menjadi unggulan sektor simpan pinjam.
Sementara itu, Camat Lasalimu,.La Ode Zahaba menjelaskan sedikitnya 10 dari 14 desa yang ada di Kecamatan Lasalimu sudah melaksanakan Musdes.
Olehnya itu, dalam rangka Rencana Kerja Pemerintah Desa perlu kiranya peningkatan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan BUMDes.
“Saya minta untuk ketua BUMDes betul-betul pahami aturan yang ada karena di BUMDes itu ada beberapa struktur organisasi di dalamnya,” jelasnya.
Lanjutnya, hal itu kata dia sesuai dengan PP No 11 Tahun 2020 tentang BUMDes. Olehnya itu kepala desa perlu membuatkan perdes tentang BUMDes agar perdes tersebut mengikat BUMDes untuk menghindari masyarakat yang melanggar aturan yang ada.
“Saya ketahui bahwa di Kecamatan Lasalimu ini banyak potensi untuk kita promosikan melalui BUMDes sehingga masyarakat bisa menjual hasil kerajinan maupun hasil yang lainnya ke BUMDes dengan harga yang terjangkau,” ucapnya
Babinsa Desa Wagari, Sertada La Muhri meminta kepada kepala desa jika terdapat permasalahan di desa sekiranya selalu di koordinasikan pada Babinsa maupun Bhabinkamtibmas guna diselesaikan di tingkat desa sebelum lanjut ke proses hukum yang lebih tinggi.
Peliput: Toni Armin Syah

