PANDUANRAKYAT, BUTON-Pemerintah Kabupatem Buton melalui Dinas Pariwisata terus gencar mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Buton.
Dinas yang dipimpin Rusdi Nudi itu kerap memanfaatkan kunjungan kerja para pejabat pusat di Buton untuk mengunjungi spot wisata. Hal itu untuk memperkenalkan potensi Buton kepada khalayak ramai.
Seperti halnya yang dilakukan baru-baru ini, Rusdi mengajak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Ir. Hugua untuk menyempatkan diri mengunjungi desa wisata di Winning, Kecamatan Pasarwajo disela waktunya yang padat.
Hugua hadir di Buton dalam rangka sosialisasi 4 pilar kebangsaan di aula Bupati Buton, Jumat 28 Oktober 2022.
Sebelum menghadiri acara sosialisasi, Hugua didampingi Kadis pariwisata disambut oleh ratusan masyarakat Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton.
Dalam arahannya, Hugua menyampaikan hadirnya Presiden Jokowi meninjau tambang aspal di Buton menggambarkan bahwa adanya pergeseran isu geopolitik dunia.
Kata dia, Jokowi hadir di Buton merupakan tanda bahwa Buton akan tumbuh menjadi raksasa ekonomi dunia.
“Oleh karena itu, beri pendidikan yang baik kepada generasi muda, akhlak dan budaya karena kedepan merekalah yang akan mengambil peran bersama dengan tumbuhnya ekonomi masyarakat akibat pemanfaatan aspal Buton secara nasional dan internasional,” harap Hugua.
Mantan Bupati Wakatobi itu berharap agar warga dan Pemkab Buton terus berbenah, kerajinan ditingkatkan, kuliner dan juga lain sebagainya agar siap menghadapi kemajuan zaman.
“Dan saya setuju jika desa ini didorong sebagai desa wisata baru karena tema aspal ini mendunia dan semua orang akan hadir untuk melihat langsung sejarah dan proses pemanfaatan aspal alam ini. Selama ini aspal yang digunakan adalah aspal dari sisa-sisa pemanfaatan minyak dan itu adalah aspal palsu, yang asli itu adalah disini dan pasti semua orang ingin berkunjung,” jelasnya.
Ia menjelaskan pengembangan desa wisata perlu di dukung, Jika kunjungan banyak otomatis berpengaruh langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Buton khususnya Desa Winning.
“Saya sangat sepakat jika desa ini dijadikan sebagai desa wisata edukasi dan ini akan kita dorong secara bersama sama,” jelasnya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi mengatakan bahwa walaupun kegiatan ini tidak teragenda, namun dalam kunjungan tersebut atas komunikasi selama tiga hari, Hugua akhirnya bersedia berkunjung ke Desa Winning.
“Sebenarnya ini berawal dari Rakor pariwisata tahun lalu Dispar Buton mulai mengekspos desa wisata aspal, dan kemudian didiskusikan di Wakatobi saat kunjungan presiden, dimana Kadis Pariwisata Provinsi Sultra H.Belli SE, M.Si, Ir. Hugua anggota DPR RI, Hernamawaty pendamping desa wisata menggagas perlunya ada desa dengan tema mendunia untuk menopang KSPN Wakatobi dan benteng Keraton Buton di Baubau,” jelas Rusdi.
Selanjutnya, kata dia ditindaklajuti dalam acara dialog pagi di RRI Kendari tentang pengembangan pariwisata provinsi Sulawesi Tenggara dengan narasumber Ir. Hugua, Kadis pariwisata provinsi dan kadis pariwisata Kabupaten Buton setuju dengan adanya desa wisata aspal yang akan sangat potensial dari sisi pemasaran.
“Maka tema mendunia yang bisa diangkat di Buton adalah aspal dan kita mendorong hadirnya desa wisata aspal di Desa Winning yang disebut Desa Wisata Aspal Edu Park – kawasan wisata edukasi dan sejarah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadis Pariwisata Buton Rusdi Nudi menyampaikan untuk mengembangkan desa wisata di Winning, dalam satu tahun terakhir Desa Winning intens diundang pelatihan dan diskusi terkait pola pengembangannya yang diawali dengan membangun komitmen dan semangat masyarakat desa untuk berbenah menata desanya dan melihat ini sebagai ruang pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Dispar Buton telah mensosialisasikan bahwa tema aspal akan mewarnai segala aktivitas dan produk di desa wisata aspal edu park winning ini.
Contoh saja: tarian untuk tamu akan menggambarkan proses penambangan, kuliner waje, dodol, lapa lapa ketupat beras ketan, kasoami hugu hugu, kripik ubi jalar atau ondo ungu atau kuliner lainnya akan dominan sentuhan hitam dan kita menyebutnya kue kue atau kuliner aspal.
Begitupula kerajinan topi, tikar, tas, tempat tissu, keranjang dan lain sebagainya akan ada sentuhan sesuai tema aspal tersebut.
“Kita akan terus mengkomunikasikan ini sehingga dapat didukung dengan kebijakan didaerah, provinsi, pusat maupun dukungan dana CSR perusahaan aspal dikawasan tersebut termasuk rencana mengadakan festival aspal kerjasama dengan Dispar Provinsi ditahun depan,” tandasnya.
Tidak hanya itu, Kadispar Buton berharap dengan hadirnya Hugua si maestro wisata Sultra dapat meningkatkan semangat masyarakat desa untuk memanfaatkan peluang besar ini dan pemerintah dapat mendukung melalui kebijakan strategis untuk percepatan.
Dan mendorong Desa Wisata Tematik Mendunia- Aspal Edu Park, sehingga pembangunan industri aspal berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat pada sisi kesehatan, pendidikan, budaya, sejarah, konservasi, dan ekonomi kreatif melalui program terintegrasi desa wisata aspal edu park tersebut. (*)

