PANDUANRAKYAT, BUTON- Masyarakat adat Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton menyelengarakan tradisi Bongkana Ropo, acara adat itu dipusatkan di baruga adat Lawele, di Desa Lawele, Sabtu (22/10/2022) malam.
Bongkana Ropo merupakan suatu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Desa Lawele, Desa Benteng dan Desa Nambo (Dusun Laguntru) yang dilakukan setiap setahun sekali dalam rangka syukuran panen.
Ketua Panitia Bongkana Ropo, Anwar menjelaskan tradisi ini merupakan Warisan Budaya yang telah di lakukan sejak dahulu kala sampai saat ini, di mana seluruh masyarakat membuat anekan makanan atau kuliner tradisional yang bahan pokoknya di dominasi dari beras separti Kagimpi dan Nasi Bambu
“Dan ini merupakan rasa wujud syukur kepada Allah SWT atas rizki yang telah diberijan selama setahun pada masyarakat Lawele, Benteng dan Nambo,” ucap dia di Baruga Lawele Sabtu ( 22/10/2022) malam.
Lanjut, dalam kesempatan itu, selaku Ketua Panitia ia berterima kasih pada pihak TNI dan POLRI yang telah mengedukasi masyarakat Desa Lawele selalu menciptkan kambtibmas yang kondusif. Hal itu bertujuan agar tragedi yang terjadi beberapa tahun silam fi pesta adat Lawele tidak terulang lagi.
“Saya juga memberkan apresiasi terhadap Kapolsek Lasalimu yang telah melakukan oprasi cipta kondisi selama dua hari ini guna untuk kelancaran pesta adat Bongkana Ropo Tahun 2022
ini,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Lasalim La Ode Zahaba menjelaskan Bongkana Ropo ini marupakan warisan dari para leluhur yang harus dilerstarikan. Apa lagi di Kecamatan Lasalimu ini tercatat ada delapan budaya yang terus terjaga sampai saat ini.
Jadi kecamatan Lasalimu, memiliki ragam budaya serta juga didukung dengan potensi alam yang melimpah.
” Saya sangat berharap kegiatan seperti ini di jaga sampai anak cucu kita nantinya yang di mana kegiatan kebudayaan seperti ini telah di mulai di Kelurahan Kamaru yaitu acara pesta Adat Kadie Kamaru baru seluruh desa yang lain mengikut,” harapnya
Mewakili Pj Bupati Buton, Asisten I Pamerintahan Kesrah Kabupaten Buton, Alimani mengucapkan permohonan maaf karena Pj Bupati Buton Drs Basiran, M.Si serta Sekretasris Daerah Kabupaten Buton Asnawi Djamaludin, S.Pd, M.Si tidak sempat hadir dikarenakan ada kunjungan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, S.H di Kabupaten Buton.
Alimani menjelaskan bahwa sudah diketahui bersama bahwa pesta adat adalah suatu yang sangat sakral, dimana dalam pesta adat tersebut ada aturan yang secara turun temurun dipertahankan dan itu merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar menawar.
Lanjutnya, Alimani berpesan agar pesta adat ini dapat menyejukan sertai membawa kedamaian agar tidak ada intrik-intrik atau konflik-konflik yang yang akan tercipta di tengah-tengah masyarakat.
“Apa lagi kita akan menghadapi sebuah hajatan yang cukup besar yaitu Propov di akhir Bulan November nanti, maka di acara pesta adat malam ini mari kita ciptakan keamanan, kedamain dan mari kita bangun silaturahmi karena para tamu sudah ada yang datang meninjau lokasi untuk persiapan tempat tinggal di Ibu Kota Kabupaten Buton,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Lawele, Nasrah Bahum berharap semoga dengan dilaksanakan pesta adat ini bisa meningkatkan nilai kebudayan serta bisa mendongkrak kesejahtraan dan perekonomian masyarak Desa Lawele dan sekitarnya.
“Untuk acara di tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya di karenakan pada tahun ini kami adakan pasar malam dan penjualnya bukan hanya yang dari masyarakat Desa Lawele saja tetapi ada yang dari Baubau bahkan ada yang dari Kendari” ucapnya di halaman Baruga Desa Lawele pesta adat Bongkana Ropo, Sabtu (22/10/2022) malam.
Peliput: Toni Armin Syah

