PANDUANRAKYAT, WAKATOBI-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama dengan TNI AL melaksanakan Ekspedisi Rupiah berdaulat 2022 dengan sasaran empat pulau terujung di Kabupaten Wakatobi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Wakatobi, H. Haliana, SE yang secara resmi membuka kegiatan ekspedisi rupiah berdaulat di Gedung Pesanggrahan Taman Budaya Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Jumat (7/10/2022).
Turut hadir Forkopimda, Komandan KRI Escolar 871 Mayor Laut (P) Robith Darius Shidqi, Pimpinan Bank Sultra Kabupaten Wakatobi, Kepala OPD dan Camat.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertujuan untuk mengedarkan dan menyediakan uang kepada masyarakat untuk daerah pulau terdepan, terluar dan terpencil.
Pelaksaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bank Indonesia menggandeng Bank Sultra sebagai mitra strategis melakukan kas keliling di empat pulau wilayah Kabupaten Wakatobi untuk. mendistribusikan uang rupiah baru tahun emisi 2022 dengan menggunakan Kapal KRI Escolar 871 milik TNI AL.
Selain itu, dilaksanakan pula sosialisasi dan edukasi cinta, bangga dan paham rupiah, alat pembayaran digital QRIS, serta pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa bantuan fasilitas pendukung belajar mengajar kepada beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Wakatobi.
“Ini merupakan amanah Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Jadi Negara memberikan amanah kepada Indonesia untuk mengolah uang salah satunya adalah distribusi. Dan masalah penting adalah perencanaan, mencetak, mengeluarkan, distrubusi sampai dengan menarik dan memusnahkan,” pungkas Deputi Perwakilan Bank Indonesia Aryo Wibowo T. Prasetio dalam sambutannya.
“Pengedar uang itu sangat dekat dengan pertumbuhan ekonomi. Di Tahun 2011 uang di Sultra itu pertumbuhannya 0,5% Tingginya. Uang yang kita edarkan Tahun 2019 sampai 5,8 Triliun. Setelah Covid di 2020-2021 kondisi ekonominya turun sampai negatif 0,6 kemudian tumbuh lagi sedikit 4,1% itu uang kita sampai menurun ke 4,5 Triliun distrubusinya. Tahun 2022 ini mulailah pertumbuhan ekonomi kita lihat sudah mulai tumbuh jadi 6%, uang yang kita siapkan mulai gerak naik lagi 5,5 Triliun di Tahun 2022 ini”, sambungnya.
Di sisi lain, Aryo Wibowo T. Prasetio mengatakan, mengatur jumlah uang adalah salah satunya untuk menekan inflasi. Inflasi ini masalahnya bergerak naik, kalau kita bisa lihat bahwa inflansi ada juga naik karena kebijakan pemerintah seperti naiknya Bahan Bakar, PPn 11, itu menyebabkan harga naik, ada juga naik karena di sebabkan oleh ketahanan pangan.
“Kami dari Bank Indonesia berkepentingan untuk menjaga inflasi dari sisi ketahanan pangan karena kalau dari kebijakan pemerintah kita tidak dapat mengontrol”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Kegiatan 3T ini (Terluar, Terdepan, Terpencil) di Kabupaten Wakatobi di laksanakan pulau terujung dari Wakatobi yaitu Binongko, Tomia, Kaledupa dan terakhir Wanci yang merupakan Kabupaten dari pulau-pulau tersebut.
“Kita mendistribusikan uang ke Wakatobi ini dari ujung pulau kemudian ke Wanci ini kita membawa dana hampir kurang lebih Rp 8 Miliar itu uang baru semua cetakan tahun 2022. Dari Binongko, Tomia, Kaledupa, Wanci, Rp 8 Miliar ini ternyata habis semua. Kalau kita lihat dari kasat mata bahwa Rp 8 Miliar ini ternyata uang yang akan kita musnahkan atau tidak layak edar hampir Rp 6 Miliar, Rp 2 miliar lagi masih layak kita edarkan”, pungkasnya.
“Di sisi lain dengan adanya uang tidak layak guna itu kita hampir memusnahkan uang di Sulawesi Tenggara saja setiap minggu kurang lebih Rp 8 Miliar, sebulan kira-kira Rp 30 Miliar kita musnahkan”, sambungnya.
Di tempat yang sama, Bupati Kabupaten Wakatobi H. Haliana, SE memberikan sambutan dengan ucapan terima kasih dan harapan kepada Bank Indonesia yang telah melaksanakan program di Kabupaten Wakatobi dan TNI-AL.
“Terima kasih kepada Bank Indonesia dan TNI-AL yang hari ini memfasilitasi teman-teman Bank Indonesia untuk melaksanakan program di Kabupaten Wakatobi”, ucap Haliana.
“Telah banyak program-program yang telah di lakukan Bank Indonesia baik untuk pendampingan terkait dengan UMKM, ke Pariwisataan, Pendidikan, Pertanian, Kesehatan, sampai juga mendukung kegiatan-kegiatan kominfo”, sambungnya.
Lebih lanjut, Haliana berharap agar Bank Indonesia tetap menyelenggarakan program-program ini dan bahkan bisa dilebihkan lagi.
“Saya berharap bahwa program-program ini akan terselenggarakan dengan baik di Bank Indonesia dan kami berharap bahwa untuk Wakatobi bisa di berikan porsi-porsi yang lebih banyaklah. Sehingga program kita ini bisa berjalan baik sebagai kegiatan sosial maupun menjadi CS-an dari Bank Indonesia ini bisa di manfaatkan secara baik dan bahkan mendukung kesiapkan masyarakat Wakatobi dalam segala hal”, harapnya.
Peliput: Ika Fitirani

