Panduanrakyat
Buton

Soal Pemekaran, Warga Kapontori Cari Waktu Ketemu Basiran, Camat: Kalau Tidak Bisa, Kita Bentuk Dulu Desa

PANDUARAKYAT, BUTON-Pemerintah Kecamatan Kapontori berharap Pemerintah Kabupaten Buton segera menggelar pertemuan untuk membahas persiapan pemekaran Kapontori menjadi beberapa kecamatan.

Camat Kapontori, La Ode Farihi menjelaskan dalam rangka pemekaran Kecamatan Kapontori, sejumlah warga dan mahasiswa ingin bertemu dirinya untuk membahas langkah apa yang harus dilakukan sebelum bersama-sama berkoordinasi dengan Penjabat Bupati Buton Basiran.

“Saya mau koordinasi langkah-langkah apa yang harus kita persiapkan. Kemarin itukan pak Juara itu baru mengeluarkan pendapatnya dia, tapi belum ada perintah, saya takutnya. Saya koordinasi dulu seperti apa. Tapi kita harus ada koja-kojanya di tingkat kecamatan supaya ada jawaban ketika ditanya,” jelas dia saat dihubungi Panduanrakyat.com, Kamis (22/9/2022).

Farihi menjelaskan rentan kendali Kecamatan Kapontori yang begitu luas menjadikan Kapontori layak untuk dimekarkan. Dengan luas kurang lebih 70 Kilometer. Selain itu, Kapontori juga tercatat sebagai kecamatan tertua di Kabupaten Buton yang belum pernah dimekarkan.

Meski begitu, pemekaran juga mesti mempertimbangkan persyaratan. Baik dari luas wilayah, jumlah penduduk dan jumlah desa.

Andaikan dalam proses pengajuan pemekarannya belum memenuhi syarat, misalnya jumlah desa. Maka sebelum pemekaran kecamatan lebih dulu dilakukan proses pemekaran desa.

“Kalau tidak bisa, kita bentuk dulu desa, penambahan. Kalau misalnya cakupannya tidak bisa, harus sekian desa untuk satu kecamatan, berarti kita mekarkan dulu desa-desa yang layak untuk dimekarkan. Bisa Barangka, Mabulugo, Boneatiro Induk, dengan Wakalambe. Itu nanti sudah bisa sepuluh desa,” jelasnya.