PANDUANRAKYAT, BUTON-Penjabat Bupati, Basiran berpesan agar Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Kabupaten Buton agar terus mensosialisasikan pentingnya asupan gizi pada ibu hamil dan pentingnya menyusai balita di wilayah masing-masing. Hal itu disampaikan untuk menekan pertumbuhan angka stunting di Kabupaten Buton.
Pesan itu disampaikan Basiran saat menyerahkan bantuan ketahanan pangan dana desa tahun 2022 di Kecamatan Siotapina. Serah terima bantuan itu dipusatkan di kantor kecamatan setempat, di Desa Kumbewaha, Sabtu (3/9/2022).

“Karena pada dasarnya stunting itu mempengaruhi pertumbuhan kehidupan dari nol sampai seribu hari. Yang artinya mulai dari si ibu itu hamil sampai dua tahun usia anaknya di situlah asupan gizi di perhatikan khususnya untuk buah dan sayur karena kalau kita tidak perhatikan ini akan cenderung kita melahirkan generasi yang stunting yang di tandai dengan gagal tumbuh karena kurang asupan gizi,” ujar dia.
“Apa lagi beberapa tahun lalu di kabupaten buton ini di temukan adanya kasus Gizi Buruk dan Busung Lapar dan olehnya itu saya tidak mau hal itu terulang kembali di Buton,”ungkap Basiran di hadapan masyarakat Kecamatan Siotapina

Tidak hanya PKK dan BKMT, Basiran juga agar para Kepala Desa, Ketua BPD dan seluruh masyarakat untuk menjadi perhatian khusus, sebab kurangnya gizi dapat mempengaruhi mulai dari otak, organ tubuh lainya termaksud di dalamnya pertumbuhan tubuh anak.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Provinsi Sultra itu juga meminta kepada para kepala desa untuk membudidayakan buah dan sayur di pekarangan rumah terutama tanaman yanh mudah tumbuh dan perawatannya tidak susah.

“Setiap kepala desa untuk memerintahkan kepada seluruh warganya tanam buah dan sayur yang mudah saja yaitu buah pepaya dan sayur kelor, kenapa Kelor karena itu adalah sayur sudah dari zaman nenek moyang kita bahkan menjadi pagar di kebun tetapi kelor memiliki berjuta manfaat dan banyak vitaminnya terutama bagi ibu yang menyusui karena dapat merangsang ASI ibu menyusui dan ASI juga sangat penting,” tuturnya.
Apa lagi sudah ada contoh dua kepala desa di Siotapina berhasil dan diganjar berprestasi karena memanfaatkan lahan pekarangan yang dulunya lahan tidur kini disulap menjadi lahan pruduktif. Hal itu dikarenakan tanah di Buton merupakan tanah yang subur.

Peliput: Toni Armin Syah

