Panduanrakyat
Buton

Persiapan Pemilihan Ketua Osis, SMPN 1 Buton Kunjungi KPU

PANDUANRAKYAT, BUTON-Pelajar dan dewan guru SMP Negeri 1 Buton melakukan kunjungan belajar dalam rangka Implementasi proyek penguatan profil belajar pancasila (P5) di kantor KPU Buton, Kamis (11/8/2022).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua KPU Buton, Burhan dan didampingi oleh sejumlah anggota komisioner.

Ketua KPU Buton, Burhan melalui Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Hikarni Ali menjelaskan berdasarkan surat yang diterima, SMP Negeri 1 Buton sengaja mengunjungi KPU untuk mendapatkan penjelasan prosedur pemilihan pengurus Osis periode 2022-2023 yang sedang dalam program menjalankan proyek pemuatan profil pelajar.

“Jadi mereka berkunjung itu dalam rangka mempersiapkan panitia pemilihan ketua osis sekaligus pembekalan seluruh peserta didik di SMP Negeri 1 bagaimana mereka mempersiapkan itu dalam rangka kegiatan berdemokrasi yang santun dan berkualitas. Karena itu mereka meminta kepada KPU Buton untuk memberikan penjelasan terkait prosedur, tata cara pemilihan layaknya pemilihan bupati, gubernur dan presiden,” ujar dia pada Panduanrakyat.com dikantornya, Kamis (11/8/2022).

Lanjut, ia menjelaskan terkait kunjungan itu, pihaknya sangat mengapresiasi SMP 1 Buton, apa lagi dalam kunjungan itu, sebanyak 32 siswa berpartisipasi.

“Pendidikan pemilih memang mesti dilakukan sejak dini. Agar kedepan mereka sebagai calon pemilih dapat menjadi pemilih-pemilih kita di daerah yang benar-benar mampu menunjukan integritas diri menjadi pemilih yang baik,” jelasnya.

“Antusiasme mereka sangat baik, respon dari siswanya dalam mengemukakan pertanyaannya sangat bagus dan kami tadi sangat apresisasi terhadap mereka,” sambungnya.

Lanjut, ia mengaku kunjungan semacam ini bukan pertama kali, sebelumnya KPU Buton juga pernah dilakukan oleh SMP 8 Buton.

“Sebelum SMP Negeri 1 datang berkunjung, sebelumnya kalau nda salah di tahun lalu itu sudah ada SMP Negeri 8 Buton yang juga sekolah penggerak datang berkunjung ke KPU Buton untuk berkoordinasi dan juga mempersiapkan proses pemilihan ketua osisnya yang dilaksanakan secara demokrasi melibatkan seluruh siswa SMP ,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan dikunjungan ini, SMP 1 Buton meminta KPU Buton untuk memfasilitasi pemungutan suara pada pemilihan Osis yang akan berlangsung 22 Agustus 2022.

“Selanjutnya tindak lanjut dari pertemuan antara SMP 1 Buton tadi dengan KPU Buton tadi kami mendengar pihak sekolah meminta agar pihak KPU Buton itu memberikan dukungan fasilitas, berupa pinjaman logistik. Perlengkapan pemungutan suara jadi kemungkinan kita akan memberikan pinjaman fasilitas seperti kotak suara maupun bilik suara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Buton, La Ode Ibrahim menjelaskan kunjungan ini merupakan impelementasi kurikulum merdeka dimana didalamnya ada program proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5).

“Dimana Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia itu sudah menyiapkan tujuh tema untuk tingkat SMP, untuk kami kelas tujuh kami memilih temanya suara demokrasi,” jelas dia kepada Panduanrakyat.com.

Lanjut, Ia berharap dengan kunjungan ini, para siswa SMP 1 Buton dapat memahami bagaimana demokrasi sesungguhnya sesuai dengan Pancasila. Kemudian bagaimana berdemokrasi dengan santun.

“Terkait dengan kunjungan ini, memang mempersiapkan bagaimana terpilihnya ketua Osis dari beberapa calon ini kami harapkan tentunya satu, sebagai ketua dan wakil kemudian mereka memilih anggota-anggota lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mekanisme pemilihan ketua osis yang akan berlangsung 22 Agustus 2022 itu diserahkan ke panitia dan dewan guru yang mendampingi.

Ia menyebutkan berdasarkan penjelasan ketua dan komisioner KPU Buton, bahwa mekanisme pemilihan harus ada daftar pemilih.

“Tentunya daftar pemilih ini adalah seluruh warga sekolah dalam hal ini siswa SMP 1 Buton sebanyak 637 siswa memilih dan sebentar itu setelah hasil pemilihan itu akan dilantik sebagai pengurus osis di SMP 1 Buton,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan meskipun SMP 1 Buton belum masuk sebagai sekolah penggerak, namun berdasarkan peraturan Kemdikbudristek, bahwa sekolah-sekolah yang bukan sekolah penggerak bisa memilih mengimplementasikan sekolah merdeka dengan tiga jalur. Mandiri belajar, mandiri berbagi.

“Jadi kami memilih mandiri berubah makanya ada program P5 ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan mandiri berubah merupakan sekolah yang menyelenggarakan kurikulum merdeka, prinsipnya sudah mulai diterapkan di kelas 7.

“Jadi kami sudah terapkan termasuk P5 ini. Jadi ini ada dalam struktur kurikulum bahwa sekolah yang memilih mandiri berubah itu dalam prosesnya adalah dia melaksanakan intranya, mata pelajaran dan melaksanakan proyek penguatan profil pancasila,” jelasnya. (*)