PANDUANRAKYAT, BUTON-Terjadi antrean kendaraan pada pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis solar di Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Desa Kakenauwe, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sabtu (10/9/2022).
Antrean ini akibat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap terlambat menyebabkan masyarakat yang hendak mengisi BBM pun terpaksa menunggu berjam-jam untuk mendapatkan 60 liter solar. Pemandangan antrian itu kerap terlihat disetiap jadwal pengiriman BBM dari depot pertamina ke APMS Kakenauwe.
Penanggung jawab APMS Kakenauwe M. Surfin menjelaskan setiap bulan APMS Kakenauwe mendapat jatah solar subsidi sebanyak lima tangki ukuran 5 ribu liter. Pengiriman dilakukan secara bertahap, tiap minggu.
Sedangkan Pertalite, APMS dijatah tiga tangki 5 ribu liter dan juga dipasok sekali dalam seminggu. Minggu awal bulan dan pertengahan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan agar distribusi solar merata, tiap mobil dump truck yang mengisi BBM di batasi. Tiap mobil dijatah sebanyak 60 liter dengan syarat di wajibkan membawa KTP. Hal itu sesuai anjuran dari depot pertamina.
Sedangkan pengisian pertalite, APMS melakukan pembatasan, itu dikarenakan adanya pengurangan kuota untuk APMS Kakenauwe dari yang sebelumnya empat tangki, sekarang tersisa tiga tangki.
“Untuk mobil dump truck yang mengisi BBM jenis Solar kami batasi hanya 60 liter/orang, dan itu juga di wajibkan membawa KTP, sedangkan untuk jenis pertalite kami batasi juga di karenakan adanya pengurangan kuota yang kami dapatkan dari sebelumnya 4(empat) tanki kini sekarang hanya hannya 3(tiga) tiap bulannya,” tuturnya saat di temui dalam ruang kerjanya di APMS Kakenauwe, Sabtu (10/9/2022).
Sementara itu, Bhabinkabtibmas Desa Kakenauwe, Brigadir Denny menjelaskan berdasarkan pantauan, hingga saat ini belum ada indikasi terjadinya penimbunan BBM, itu semua dikarenakan adanya pemberlakuan pembatasan pembelian dan bagi yang ingin membeli BBM jenis solar di wajibkan membawa KTP.
“Saya selaku Bhabinkabtibmas Desa Kakenauwe belum menemukan indikasi yang melakukan penimbunan BBM, karena setiap pembeli dibatasi,” ujarnya di halaman APMS Kakenauwe.
Peliput: Toni Armin Syah

