Panduanrakyat
Wakatobi

Pemkab Wakatobi Komitmen Turunkan Stunting

PANDUANRAKYAT.COM, WAKATOBI- Pemerintah Kabupaten Wakatobi saat ini tengah komit untuk menurunkan angka stunting atau masalah kekurangan gizi kronis terhadap anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Untuk Percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Wakatobi melakukan rembuk stunting di Aula Villa Nadila-Manugela Kecamatan Wangi-Wangi, 04-08-2022.

Rembuk ini hadiri oleh lembaga/instansi yang ada di seluruh Kabupaten Wakatobi, kegiatan ini menghadirkan tiga penalis yang terdiri dari Bupati Wakatobi, H. Haliana. Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud  (via zoom), dan Ketua DPRD Wakatobi, H. Hamirudin.

Dalam kesempatan itu, Bupati Wakatobi, H. Haliana menilai masalah stunting mirip dengan kasus kemiskinan ekstrim. Penyebabnya adalah kemiskinan.

“Kalau saya melihat kemiskinan ekstrim ini hampir sama dengan stunting karena stunting ini salah satu penyebabnya adalah persoalan kemiskinan,” jelas H. Haliana dalam sambutan rembuk stunting.

Lanjut, selain kemiskinan,  kata dia, penyebab masalah stunting di Kabupaten Wakatobi karena bayi kurang ASI dan asupan makanan yang kurang gizi.

Kalau kita melihat stunting di dinas kesehatan salah satu yang paling rendah di Kabupaten Wakatobi dari hasil data yang di olah oleh dinas kesehatan bahwa salah satu penyebab stunting di Kabupaten Wakatobi 81% karena tidak ASI ekskluf kedua 72% akibat asupan makanan yang tidak memenuhi standar gizi. Kemiskinan untuk standar nasional adalah mereka-mereka yang tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan star di bawah 320. Sedangkan kemiskinan ekstrim adalah mereka yang memiliki penghasilan 250/bulan,” jelasnya.

Oleh karena itu, H. Haliana menyebut salah satu penyebab stunting adalah pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya ASI aksklusf untuk bayi.

“Untuk pendidikan ada 81% Kabupaten Wakatobi karena persoalaan tidak ASI ekslusif ini juga salah satu penyebabnya ketika pengetahuan tentang busui bahwa asi ekslusif itu banyak sekali sumber-sumber protein baik makanan yang bagus untuk bayi”, jelas H. Haliana sebagai penelis 1 dalam rembuk stunting.

Sementara itu, Wakil Bupati, Ilmiati Daud memaparkan hasil akhir angka stunting yang didapat melalui BKKBN Pusat, 26 persen.

“Hasil akhir kemarin angka stunting untuk Kabupaten Wakatobi ada di 26”, jelas Ibu Ilmiati Daud sebagai penelis 2 dalam rembuk stunting dalam via zoom.

Sedangkan Ketua DPRD Wakatobi, H. Hamiruddin menyampaikan percepatan penurunan stunting juga merupakan tanggungjawab desa, hal itu terlihat dari sisi pandangan peraturan desa tentang penurunan percepatan stunting yang ada di Kabupaten Wakatobi.

“Ada beberapa hal di sini yang di bahas dengan tugas-tugas kami dalam rangka kegiatan yang berhubungan dengan stunting pertama dengan adanya Perdes nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting maka ini menunjukkan bahwa stunting ini adalah oersoalan yang sangat serius. Oleh karena itu, kalau kita berbicara tentang komitmen kita semua wajib berkomitmen bagi persoalan ini,” Jelasnya.

“Hanya secara teknis tanggung jawab kami sebagai mitra pemerintah atau di DPRD ada dua yaitu pertama terkait denga permasalahan anggaran yang di ajukan dengan program percepatan penurunan stunting yang kedua adalah masalah pengawasan. Kami harus menjaga karena kelak teknis yang di gabungkan dalam upaya dengan persoalan stunting tidak di betulkan oleh dikti masyarakat kita”, jelas H. Hamiruddin selaku panelis 3 dalam rembuk stunting.

Di akhir dari rembuk stunting ini ada penandatanganan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Wakatobi tahun 2022 oleh Bupati Kabupaten Wakatobi, Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi, Ketua Komisi 3 DPRD kabuaten Wakatobi, Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Seluruh OPD Kabupaten Wakatobi, LSM, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Wakatobi.

Peliput: Ika Fitiriani