Panduanrakyat
Wakatobi

Pemkab Wakatobi Gelontarkan Rp 5 Miliar Bantu Biaya Kuliah Warga Tidak Mampu

PANDUANRAKYAT, WAKATOBI- Pemerintah Kabupaten Wakatobi terus berupaya menuntaskan persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya meningkatkan rata-rata lama sekolah melalui beasiswa.

Strategi Pemkab Wakatobi yakni menghadirkan beasiswa merdeka belajar untuk para siswa yang mau melanjutkan ketingkat perguruan tinggi akan tetapi kekurangan biaya.

Program beasiswa ini terus mengalami kemajuan, terlebih lagi ditahun ini, duet Bupati H Haliana dan Ilmiati Daud kembali menggelontarkan anggaran beasiswa ditahun ini sebanyak Rp 5 Miliar.

Haliana berjanji akan terus meningkatkan anggaran beasiswa setiap tahunnya guna meningkatkan sumber daya manusia Wakatobi.

“Tahun ini kurang lebih 5 Miliar,” tutur Haliana saat di temui di Rujab Bupati Wakatobi oleh sejumlah awak media Minggu, (14/08/2022).

Lanjut, Haliana menjelaskan beasiswa merdeka belajar ini, Pemkab Wakatobi bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Ditahun ini, kata dia Pemkab Wakatobi menambah kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Sebut saja, IAIN Kendari, UHO, Nurul Jadid dan ITBM.

“Untuk beasiswa IAIN Kendari, UHO, Nurul Jadid, ITBM baru kemarin kita PKS berapa yang kita porsikan untuk beasiswa kita belum di jelaskan. Nanti Sekda atau Kabag Kesra untuk di tindak lanjuti,”ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam pemilihan calon penerima beasiswa merdeka belajar ini Haliana berharap agar penerima tepat sasaran.

Untuk mencapai itu setiap peserta harus disertai bukti keadaan ekonomi mereka yaitu dengan foto kondisi rumah.

“Dalam rangka verifikasi beasiswa ini agar jangan berpatokan kepada surat miskin dari desa/kelurahan tetapi salah satu verifikasi kita juga sertakan foto keluarga yang bersangkutan di depan rumah mereka. Kemudian juga tim verifikator kita di bantu oleh tenaga-tenaga penunjang pendidikan merdeka belajar untuk membantu memberikan rekomendasi siapa calon-calon penerima ini, seperti apa keadaannya agar tepat sasaran,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan kuota penerima beasiswa ini tergantung dari persyaratan dan biayanya yang dibutuhkan.

“Satu tergantung dengan persyaratannya, kedua harapannya dengan besarnya biaya kira-kira berapa yang akan kita bantu. Tetapi dengan catatan mereka-merakalah yang kita bantu, itu prioritas pertama kedua jurusan-jurusan yang kita butuhkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan ada empat jurusan prioritas Kabupaten Wakatobi. Akan tetapi, jika ada di luar itupun tidak menjadi masalah asalkan untuk IP setiap semester naik atau bertahan hingga IPK kelulusan 3.0 agar dalam mencari pekerjaan lulus tahap administrasi.

“Seperti kedokteran, hukum, pariwisata, perikanan. Tetapi harapan kita juga kita bantu semua yang tidak mampu tentu dengan keinginan ingin sekolah. Kita prioritaskan dulu yang tidak mampu tapi dengan catatan mereka yang punya prestasi yang punya kemampuan. Mungkin sekarang otu masih 2.5 sampai-2.7 yah kedepannya itu bisa kita bantu kasih target 3.0 sehingga dia keluar sebagai sarjana baru itu mereka betul-betul diatas 3.0 sehingga mereka tidak sesusahan dalam hal administrasi peluang-peluang kerja,” tuturnya.

Peliput: Ika Fitriani