PANDUANRAKYAT, WAKATOBI-Pemerintah Kabupaten Wakatobi menggelar rapat koordinasi pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk wilayah setempat.
Rapat ini sehubungan dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati Wakatobi Nomor 657 Tahun 2022 tentang Pengangkatan Tim Reksi Cepat (TRC) yang di laksanakan di Aula Villa Nadila Kecamatan Wangi-Wangi, Senin, (5/92022).
“Saya memberikan aspirasi setinggi-tingginya bahwa telah diselenggarakannya pengembangan tim reaksi cepat penanggulangan bencana Kabupaten Wakatobi. Tentunya hal seperti ini sangatlah penting sebagai sebuah bentuk kesiap-siagaan dalam menghadapai terjadinya suatu bencana di Kabupaten Wakatobi”, ucap Haliana saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, Haliana mengatakan bahwa pembentukan tim reaksi cepat di Kabupaten Wakatobi ini sebenarnya sangat terlambat karena seperti apa yg diamanahkan oleh Undang-Undang.
“Dalam hal ini kita tahu bahwa tujuan satu-satunya agar kedepannya harus lebih sigap dalam penanggulangan bencana tepat sebagaimana kita ketahui bersama di Kabupaten Wakatobi ini merupakan wilayah dengan ritme kondisi geografis yang rawan bencana. Sehingga terjadinya bencana baik alam maupun non alam harus dapat kita antisipasi seoptimal mungkin dan memastikan keselamatan lebih banyak jiwa dan kerusakan-kerusakan yang minimal”, tuturnya.
“Seperti Penyampaian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wakatobi bahwa disamping aturan yang didasari oleh Undang-Undang Dasar 1945 juga turunan-turunannya yaitu PP No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana juga tadi disampaikan tentang Peraturan Kepala BNPB No. 9 tahun 2008 tentang Pembentukan Tim Reaksi Cepat. Ini semua dimaksudkan dalam rangka antisipasi dan identifikasi. Kita tahu Kabupaten Wakatobi memiliki daerah kepulauan bencana alam atau non alam sangat mungkin terjadi. Dan kalau kita tanya kepada masyarakat kita jalur evakuasi saja belum ada yg tahu? Bagaimana cara mengevakuasi pun belum ada yang tahu? Maka bentuk pelatihan Reaksi Cepat ini perlu mengingatkan kepada teman-teman yang terpilih sebagai tim reaksi cepat penanggulangan bencana Kabupaten Wakatobi ini akan bisa diikuti dengan baik, dipahami dan kalau ada hal-hal yang tidak dimengerti di tanyakan. Karena tugas ini adalah bukan juga berat, namun tugas kemanusiaan”, lanjutnya.
Bupati berharap setelah pelatihan Tim Reaksi Cepat Kabupaten Wakatobi, para peserta bisa memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga sadar, tahu, dan agar bisa melaksanakan pentingnya penanggulangan bencana, Akhirnya masyarakat sendiri juga bisa mengusahakan penyelamatan-penyelamatan secara mandiri dan pribadi.
“Saya tentu saja sangat menanggapi positif terkait yang dilakukan teman-teman BPBD Kabupaten Wakatobi. Tentu kita berharap bahwa ini semua langkah antisipasi. Dan tentu kita mengharapkan bahwa masyarakat semakin banyak yang kita ikut sertakan, selain untuk menjadi pemberdayaan kita tentu harapan kita, bahwa ketuanya mengundang masyarakat lebih banyak berperan dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Wakatobi”, harapnya.
“Kami harapkan bahwa ini bisa kita laksanakan dengan baik tentu kita berharap juga dari pelatihan ini lahir tenaga-tenaga reaksi cepat penanggulangan bencana Kabupaten Wakatobi yang profesional, kompeten, siap siaga, dan tanggap terkait kejadian-kejadian bencana di Kabupaten Wakatobi,” jelasnya.
Tidak hanya itu, kata dia pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teman-teman dan juga sebagai ajakan saling mengenal dan menggetahui masing-masing desa bisa berkolaborasi dengan masyarakat kelurahan, teman-teman desa koordinasi dari teman-teman camat.
“Ucapan selamat kepada seluruh teman-teman, harapan setelah pelatihan ini akan terlahir teman-teman tim reaksi cepat dan masyarakat yang kita didik untuk memiliki pengetahuan sehingga bisa berpartisipasi ke dalam upaya-upaya penanggulangan bencana sehingga keselamatan masayarakat Kabupaten Wakatobi dapat di evakuasi dengan baik dan aman,” harapnya.
Peliput: Ika Fitriani

