Panduanrakyat
Baubau

Bersihkan Taman Makam Pahlawan, Bapas Baubau Sambut Hari Pahlawan Sekaligus Sosialisasikan KUHAP Baru

BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan aksi sosial membersihkan taman makam pahlawan Oputa Yi Koo sekaligus menyosialisasikan kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) terbaru, Kamis 06 November 2025.

Kegiatan aksi sosial melibatkn klien Pemasyarakatan serta unsur pemerintah kota (Pemkot) Baubau diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihak Kelurahan Kadolokatapi, serta perwakilan Kecamatan Wolio.

“Ada tiga tujuan kegiatan ini, pertama menyongsong hari pahlawan, untuk memperingati jasa-jasa pahlawan kita dengan membersihkan makam pahlawan. Yang kedua, aksi kerja sosial ini melibatkan 25 orang klien pemasyarakatan yang merupakan warga binaan alumni Lapas Baubau dan Rutan Raha yang memperoleh pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat sebagai salah satu program untuk membina kepribadian tidak melakukan tindak pidana lagi,” ungkap Kepala Bapas Baubau, Nasirudin dalam sambutannya.

Nasirudin menginginkan warga binaan Pemasyarakatan dapat memahami nilai kesadaran berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan untuk melakukan kegiatan sosial.

Di sisi lain, sambung Nasirudin, hal ini juga merupakan simulasi, sebagai contoh apabila nanti hukum pidana yang baru yakni Undang-undang nomor 1 tahun 2023 diberlakukan karena dalam hukum pidana yang baru yang akan berlaku Januari 2026 nanti, hakim dapat memutuskan bahwa seorang pelaku pidana yang hukumannya di bawah enam bulan tidak perlu dikirim ke Lapas. Tetapi, melakukan kerja-kerja yang bermanfaatkan kepada masyarakat

Menurutnya, untuk kelurahan, dan kecamatan ini merupakan kabar baik karena akan ada tenaga cuma-cuma dari warga binaan dari klien pemasyarakatan yang prakteknya kurang lebih kalau bila dianalogikan seperti anak SMA/SMK yang magang di kantor-kantor pemerintah maupun di swasta

“Prakteknya mereka bisa melakukan kebersihan taman makam, bisa membersihkan juga toilet di rumah ibadah, mushola, lalu di puskesmas juga bisa menjadi petugas keamanan. Lalu, bentuk-bentuk yang nanti akan menyesuaikan dengan profesi dari klien pemasyarakatan. Dan secara cuma-cuma,” tuturnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menunjukan bahwa seorang yang pernah melakukan kesalahan sekalipun itu bisa menjadi pahlawan.

“Makanya kami sebut from zero to hero. Bahkan from minus karena masyarakat, stigmanya negatif. Tetapi, bisa menjadi pahlawan karena mereka membantu mempersiapkan lokasi lapangan ini untuk peringatan hari pahlawan. Dan ini tentu memberi kontribusi positif terhadap masyarakat,” katanya.

Reporter : Ardilan