BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Alimin Mamoa, orang tua siswa SMP Negeri 2 Baubau, Sulawesi Tenggara bernama Muhamad Iksan Nul Mukmin, salah satu penerima bantuan kartu indonesia pintar (KIP) atau program indonesia pintar (PIP), menyampaikan ucapan terima kasih yang penuh haru kepada Anggota DPR RI, yang merupakan ketua Fraksi PDI Perjuangan, Utut Adianto, atas bantuan dan pengawalan yang diberikan sehingga anaknya bisa mendapatkan bantuan untuk biaya sekolah melalui PIP.
Dengan perasaan haru, Alimin menceritakan sebelumnya ia kerap merasakan kendala dalam biaya sekolah anaknya utamanya untuk biaya peralatan sekolah. Namun, dengan bantuan PIP, kini ia bisa merasa lega. Ia pun berharap bantuan PIP terus bergulir dari tahun ke tahun. Bukan hanya tahun pembelajaran ini saja.
“Pak Utut, terima kasih. Bantuan PIP ini bukan hanya uang untuk beli buku dan seragam. Ini adalah harapan. Ini adalah kesempatan bagi anak saya untuk tidak berhenti bermimpi karena miskin,” ujar Alimin, Senin 25 Mei 2026..
Ia menyebut, sejak awal Utut Adianto dan timnya tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan prosesnya transparan dan tepat sasaran. Bagi Alimin, sikap itu membuat warga merasa dihargai, bukan sekadar diberi.
“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Dan itu yang pernah saya dengar dikatakan pak Utut dan beliau buktikan dengan kerja nyata. Kami di kampung merasakan itu. Semoga Allah membalas kebaikan bapak dengan kesehatan dan umur panjang agar terus bisa membela kami rakyat kecil,” tambah Alimin.
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan tunai pendidikan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah hingga 12 tahun. Sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029, Utut Adianto memang aktif mengawal penyaluran PIP agar sampai ke warga yang membutuhkan.
Ia berharap melalui ucapan terima kasihnya ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan regulasi, ada anak-anak yang masa depannya berubah karena satu keputusan kecil untuk tidak menyerah.
Reporter : Ardilan

