BAUBAU, PANDUANRAKYAT.COM – Film Komang yang digarap sutradara Naya Anindita mulai tayang di bioskop di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) disambut antusias penonton yang menyaksikan filmnya pada Jum’at malam, 21 Maret 2025.
Film tersebut merupakan kisah nyata dari pencipta lagu sekaligus Komika, Raim Laode. Kiesha Alvaro dan Aurora Ribero dipilih menjadi pemeran utama sebagai ‘Raim Laode’ dan ‘Komang’ dalam Film yang terinspirasi dari lagu berjudul Komang itu. Sejumlah artis senior juga mengambil peran dalam film Komang termasuk Raim Laode sendiri dan Ari Keriting.
Raim Laode bercerita, setelah lagunya viral, salah satu rumah produksi menghubunginya. Akan tetapi, awalnya ia tak ingin membuat film yang sekedar dari lagunya yang viral itu.
“Kalau mau (dibuatkan film) kita perbaiki skripnya, saya tulis bae-bae, kita tulis bae-bae, kita cari pemainnya bae-bae, kita godok bae-bae. Karena lagunya tahun lalu striming terbesar sepanjang sejarah. Hampir semua penghargaan,” ucap Raim saat sesi pres conferense usai pemutaran film Komang.
Raim mengaku alasan ia memilih Kota Baubau sebagai lokasi syuting karena daerah eks pusat Kesultanan Buton itu ia rasa sebagai lokasi yang tepat dan mendukung alur cerita filmnya.
“Karena disini ada karing-karing, jadi gampang kita syuting semua, Raimnya orang Buton, komangnya orang Bali, gampang kita syuting. Tapi kita tidak mau terlalu Baubau sekali, jangan sampai orang tidak mengerti,” ujarnya.
Sementara itu, Kiesha mengaku sangat senang memainkan perannya sebaga Raim. Menurutnya, film Komang adalah pengalaman pertama berakting sebagai pemeran latar asli.
Ditanya soal logat kedaerahan khas Baubau, putra vokal Band Ungu, Pasha itu merasa tidak sulit menyesuaikan aksen daerah. Sebab, ia juga mewarisi darah Sulawesi, tepatnya Sulawesi Tengah. Selama di Baubau, ia juga sudah berkeliling disejumlah tempat seperti di Pantai Nirwana, Benteng Keraton Buton, Pasar Wameo hingga Kotamara.
“Ini juga kebanggaanku karena saya bisa syuting sama Raim dan Ari Kriting. Mungkin kebiasaan saja katika awal-awal, saya dari Palu logat Palu (Sulawesi Tengah) harus pindah ke logat Buton, yang dimana ada perbedaan intonasi, ada perbedaan sturutur kata dan lain-lain yang juga saya belajar langsung sama Raim dan Ari kriting, termasuk bagaimana cara saya bersikap dan bicara,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Aurora. Ia pun merasa senang selama berada di Kota Baubau. Aurora juga memuji keramahan warga Baubau.
“Seru dan senang banget di Baubau, untung juga tadi bisa ke Pantai Nirwana, tapi pingin pakai sampan cuman ombaknya lagi gede,” ujarnya.
Reporter : Ardilan

