PANDUANRAKYAT, BUTON- Penjabat (Pj) Bupati Buton, Drs. La Ode Mustari, MSi menyerahkan piagam penghargaan bagi guru penggerak.serta bantuan laptop bagi program sekolah penggerak melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Buton.
Giat ini berlangsung di Ruang VIP Bupati Buton, Lantai II, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Takawa, Pasarwajo, Senin 8 Januari 2024.

Dalam lamporannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Jufri Tandena, S.Kom,.M.Si mengatakan penyerahan bantuan laptop berjumlah 70 buah yang terbagi untuk SMP 50 buah dan SD 20 buah yang diserahkan khusus sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Buton.
“Penyerahan laptop ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia sehingga dengan adanya laptop ini dapat membantu guru-guru sekolah penggerak dalam bekerja di era serba teknologi sekarang ini”, ucap Jufri.
Selain itu juga, kata dia Pj. Bupati Buton memberikan penghargaan kepada guru penggerak yang telah berhasil menyelesaikan program guru penggerak provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 18 Mei sampai 23 Desember 2022 yang dilaksanakan melalui daring dan luring.

Ia juga mengatakan bahwa penyerahan piagam dan bantuan sebuah laptop ini merupakan bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Buton melalui dinas pendidikan kabupaten Buton kepada Guru maupun Kepala Sekolah Penggerak yang ada di Kabupaten Buton.
Untuk diketahui, Sejak Nadien Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serangkaian kebijakan pendidikan nasional ditata ulang. Berbagai terbosan kebijakan ditelurkan guna mempercepat transformasi pendidikan bertajuk Merdeka Belajar.
Salah satu turunan kebijakan dari konsep Merdeka Belajar yakni Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak. Letak perbedaan utama dari kedua progam tersebut yakni pada sasaran, keluaran (output) dan stakeholder yang terlibat dalam proses pengembangannya.

Pada Program Guru Penggerak, sasaran programnya adalah individu guru yang bersangkutan, sementara Program Sekolah Bergerak, sasaran pengembannganya pada level organisasi sekolahnya.
Kemudian keluaran (output) dari Program Guru Penggerak adalah menghasilkan pemimpin pembelajaran yang mampu menerapkan konsep merdeka belajar dan juga menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan demi mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid.
Sedangkan Program Sekolah Penggerak berfokus pada menghasilkan sekolah yang mampu mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Keuntungan menjadi guru penggerak.
Ada beragam manfaat yang akan diperoleh oleh Guru Penggerak, baik saat masih dalam proses pembinaan maupun setelah selesai program tersebut.
Guru dapat meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional.

Untuk menjadi Guru Penggerak, guru harus mengikuti pendidikan guru penggerak selama 6 bulan. Selama mengikuti proses pendidikan, peserta akan mendapatkan;
Pendidikan Guru Penggerak selama 6 bulan dan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya Bersama
Peningkatan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid
Pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstruktur, dan menyenangkan.

Pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lain yang sama-sama lolos seleksi program guru penggerak
Pengalaman mendapatkan bimbingan/mentoring dari pengajar praktik (pendamping) pendidikan guru penggerak
Mendapatkan komunitas belajar baru Mendapatkan sertifikat pendidikan 310 JP dan Sertifikat Guru Penggerak
Selama pelaksanaan pendidikan tersebut, Kemdikbud akan memberikan dukungan berupa:
Selama pendidikan dan pendampingan mendapatkan bantuan paket data untuk pelatihan daring (online)
Biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi jika diperlukan utk pelaksanaan Lokakarya (sesuai kebutuhan). (*)

