PANDUANRAKYAT, BUTON- Penjabat (Pj) Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si mengatakan, penyebab banjir di Desa Lasembangi, Kecamatan Lasalimu karena kawasan hutan telah gundul akibat ulah tangan manusia.
Akibatnya, terjadi pendangkalan sungai dan erosi.
Hal itu dikatakannya saat meninjau lokasi banjir di Desa Lasembangi, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Senin (3/4/2023).
Peninjauan itu sekaligus menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji dan makanan tambahan kepada warga Desa Lasembangi yang terdampak banjir.
Dalam kesempatan itu, Basiran bilang akan mencarikan solusi agar masyarakat Desa Lasembangi terbebas dari banjir yang selalu melanda wilayah itu.
“Saya memberikan beberapa solusi salah satunya adalah relokasi terhadap warga yang terdampak banjir namun warga tidak mau karena sudah merasa nyaman di tempat tinggal sekarang walaupun nyawa mereka terancam dengan binatang buas (Buaya),” ucap Pj Bupati Buton pada Panduanrakyat.com di pelantaran kantor Desa Lasembangi, Senin (03/04/2023).
Lanjut, Basiran menjelaskan untuk penanganan banjir, pemerintah desa saat ini sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 150 juta melalui APBDes.
Anggaran itu diperuntukan untuk mencoba melakukan normalisasi sungai.
“Kalau menurut analisa saya dengan anggaran sebesar itu tidak sangat maksimal karena itu adalah pekerjaan berat untuk pengerukan kali tersebut dan anggarannya harus di lakukan melalui APBN atau pun APBDProvinsi apa lagi kewenangan sungai saat ini ada di provinsi,” jelasnya.
“Tetapi sebagai pemerintah kita tidak boleh tinggal diam saja dengan hasil diskusi bersama Camat Lasalimu dan Kepala Desa Lasembangi untuk menghitung berapa luasnya lokasi rumah warga yang tergenang untuk di timbun saja dan nanti akan di lakukan untuk pekerjaan padat karya bersama Dinas PUPR Kabupaten Buton” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Ia juga menambahkan dalam rangka menangani warga terdampak banjir, dirinya sudah memerintah instansi terkait untuk melakukan penanganan.
“Saya sudah perintahkan Dinas terkait untuk segera memberikan bantuan bagi korban yang terdampak banjir, BPBD segerah membuat posko siaga bencana dan perahu karet, Dinas Sosial memberikan makanan siap saji sedangkan untuk Dinas Kesehatan harus menyiapkan obat-obatan yang di butuhkan oleh korban banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton, Drs La Naji menjelaskan terkait penyaluran bantuan makanan siap saji, pihaknya sedang menunggu data jumlah korban terdampak banjir dari Badan Penanggulangan Bencana.
“Yang disalurkan adalah bantuan makanan siap saji bagi korban terdampak banjir tetapi semua itu setelah di Asesmen tadi malam oleh BPBD dan sekarang ini Dinas Sosial sisa menunggu data hitungan dari BPBD berapa jumlah korban banjir karena mereka yang lebih tau dan jika nanti ada data tambahan maka Dinas Sosial siap memberikan lagi,” ujarnya.
“Dinas Sosial sisa menunggu data yang falid dari BPBD karena mereka yang lebih tau tentang hal ini dan jika nanti ada data tambahan maka kami siap meberikan lagi,” Ucapnya di dalam kantor desa lasembangi
Terkait kunjungan Pj Bupati, Camat Lasalimu, La Ode Zahaba, SHi, M.Si mengucapkan terima kasih. Sebab, pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Sosial kerena telah memberikan bantuan kemanusiaan.
“Berterimah kasih terhadap apa yang telah di berikan oleh Dinas Sosial terhadap korban banjir yang sangat di butuhkan saat ini dan atas untuk menindak lanjuti hasil diskusi bersama bapak Pj Bupati Buton dan Kepala Desa Lasembangi di lokasi banjir sesegarah mungkin untuk menghitung berapa jumlah material yang sangat di butuhkan untuk menimbun lokasi yang banjir tersebut,” jelasnya.
“Saya bersama kepala desa sesegerah mungkin meninjak lanjuti perintah dari Pj Bupati Buton tentang luas dan jumlah material yang di butuhkan untuk menimbun lokasi bajir yang selalu menerjang desa lasembangi,” sambunya.
Sementara itu, Kelapa Dinas Kesehatan Kabupaten, Syafaruddin melalui Kepala Puskesmas Lasalimu, Murni Poi mengaku setelah dirinya mendapat perintah dari Kepala Dinas Kesehatan, pihaknya langsung turun kelokasi menyiapkan obat-obatan yang di butuhkan oleh warga. Terkhusus anak-anak dan lansia sangat rentang terhadap penyakit.
“Saya bersama tim meyiapkan obat-obatan yang di butuhkan oleh korban banjir apa lagi anak-anak dan lansia itu sangat rentang terhadap serangan penyakit,” ujarnya. (*)

