PANDUANRAKYAT, BUTON- Kepolisian Resor Buton berhasil mengungkap kasus pencurian sapi yang acap kali meresahkan warga di wilayah hukumnya.
Dua terduga berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) bersama jajaran Polsek Lasalimu, Sabtu (18/6/2022) kemarin.
Keduanya merupakan warga Kecamatan Lasalimu inisial SP (28) dan SM (24). Mereka ditangkap bersama barang bukti kemudian digelandang ke Mapolres Buton.
Kasatreskrim Polres Buton, IPTU Busrol Kamal menjelaskan penangkapan dilakukan berdasarkan laporan warga. Dimana peternak sapi di Desa Wajah Jaya, Kecamatan Lasalimu Selatan melaporkan kehilangan sapi pada tanggal 28 April 2022. Meski demikian jauh sebelum itu, pihak polisi sudah lama menaru curiga kepada terduga. Sebab setiap mendekati hari raya warga selalu mengeluhkan kehilangan sapi ternaknya.
“Karena setiap tahun informasi di lapangan itu apalagi sudah dekat bulan suci sudah mulai banyak sapi yang hilang,” ujar dia saat dikonfirmasi Panduanrakyat.com, Minggu (19/6/2022).
Lanjut, ia menjelaskan dalam menjalankan aksinya, mudus yang dilakukan tersangka ada dua. Pertama meracuni sapi yang menjadi target. Bila sapi sudah mati, kemudian tersangka menawarkan ke pemilik sapi dengan harga yang murah.
Kemudian cara yang kedua, dengan memutilasi, memisahkan tubuh sapi menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut dengan sarana yang sudah disiapkan.
Lanjut, Kamal menjelaskan pihaknya terus mendalami perkara ini, serta mencari tahu tempat penjulan sapi-sapi curian yang dilakuan kedua terduga.
“Penadah belum masih didalami,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kamal menjelaskan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua teduga disangkakan Pasal 363 Ayat (1) Juncto Pasal 64 KHUP.
“Pasal 363 Ayat 1 Juncto Pasal 64 karena perbuatan berlanjut,” pungkasnya.
Tidak hanya itu, ia berharap mengingat sudah mendekati hari Raya Iduladha masyarakat diminta selalu waspada, sebab tidak menuntut kemungkinan ada pelaku-pelaku lain yang menjadi sindikat pencurian sapi.
“Masyarakat, tetap waspada, mereka ini baru atau bagian. Mungkin ada lagi pelaku lainnya yang sistemmatis, sindikat,” harapnya. (*).

