BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur sekolah mendatang, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) siap menerapkan kebijakan dispensasi angkut penumpang terbatas serta deviasi kapal atau penyesuaian rute pelayaran.
Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa mengungkapkan pihaknya akan menerapkan dispensasi apabila terjadi peningkatan signifikan permintaan tiket kapal apalagi saat ini PT PELNI memberikan diskon tiket sebesar 30% pada masa libur sekolah 2026.
“Lonjakan pasti ada karena tidak seperti hari-hari biasa, tetapi berbeda dengan angkutan Lebaran yang biasanya lebih padat,” ungkap Taher, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, keputusan penambahan kapasitas angkut maupun penyesuaian rute kapal akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi aspek keselamatan pelayaran dan tingkat pembelian tiket oleh masyarakat. Jika permintaan meningkat, pemerintah dapat mengambil kebijakan deviasi maupun dispensasi untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
“Kalau demand masyarakat tinggi, maka akan dilakukan deviasi sesuai kebutuhan. Dispensasi juga bisa diberlakukan untuk menutupi kebutuhan penumpang,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan karena jumlah kapal pemerintah yang beroperasi terbatas, sehingga diperlukan langkah khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada daerah yang mengalami peningkatan penumpang.
Selain menyiapkan antisipasi lonjakan penumpang, KSOP Baubau juga melakukan ramp check terhadap kapal-kapal yang akan melayani angkutan libur sekolah. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kapal, kelengkapan alat keselamatan pelayaran, serta kesiapan operasional kapal.
Taher menambahkan kapal yang belum menjalani docking atau perbaikan diwajibkan menyelesaikan proses tersebut sebelum beroperasi. “Kalau berbicara keselamatan pelayaran, yang diperiksa adalah fisik kapal dan perlengkapan keselamatannya. Itu menjadi prioritas utama,”jelas Taher.
KSOP Baubau pun mengimbau masyarakat membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan. Langkah tersebut penting untuk membantu pemerintah dan operator kapal memetakan kebutuhan tambahan kapasitas penumpang.
Reporter : Ardilan

