PANDUANRAKYAT, BUTON- Wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa ST mewakili Bupati Alvin Akawijaya Putra SH menghadiri Pesta Panen Bongkaana Tao Etnik Kalende, Dusun Lawunta, Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton Senin (15/9/2025) malam.
Kegiatan ini merupakan salah satu tradisi budaya tak benda yang telah berlangsung sejak lama dan dijaga dengan penuh komitmen oleh masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan disambut abtusiasme masyarakat etik Kalende di Wabou Dusun setempat.

Hadir dalam acara ini, Perwakilan Kapolres Buton, Camat Lasalimu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buton, Kapolsek Lasalimu, Perwakilan Danramil Lasalimu.
Hadir juga Kepala Desa Lawele, Kepala Desa Benteng, Kepala Desa Wagari, Lurah Watumotobe dan sejumlah tokoh adat dusun setempat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa bilang Pemerintah Kabupaten Buton menyampaikan terimakasih dan selamat atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Saya sendiri diundang secara adat oleh kepala desa dan beberapa tokoh adat di Rujab di Pasarwajo. Padahal saat itu dikirim undangan melalui WA saja insyaallah saya hadir,” Ujar dia.
“Karena kampung ini juga sebagai kampung sendiri dan seingat saya sudah tiga kali saya ke Wabou ini. Pertama waktu kampanye lalu. Kedua waktu mengecek jalan dan sekolah dan ketiga pada malam. Hari ini. Mudah-mudahan kedepan akan datang terus,” Sambungnya.

Lanjut, ia menjelaskan sebenarnya dirinya memiliki agenda luar. Hanya tokoh adat dan Imam Dusun mengundang, Syarif memilih menghadiri undangan pesta adat ketimbang agenda luar.
“Ada agenda di luar daerah. Karena pak Iman. Tokoh adat sudah bilang . Makanya pada malam hari ini kita datang,” Jelasnya.
Tidak hanya itu, Wakil bupati memuji kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bagus. Terlebih lagi melihat masakan tradisional yang di hidangkan sangat unik. Penyajian tidak dilakukan begitu saja. Semua punya filosofi.
“Ini bagus sekali tempatnya. Pasti ada filosofinya. Ada nasi bambunya,” Jelasnya.
Lebih lanjut, melihat tradisi ini, dimata Syarif Buton ini sangat luar biasa. Punya budaya dan tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Karena ini identitas kita. Buton ini adalah sebuah negara waktu itu yang bergabung dengan Indonesia tahun 1959 ketika Sultan La Ode Muhamad Falihi bertemu dengan Sukarno. Ini sudah meninggalkan warisan kebiasaan yang luar biasa. Dan ini menjadi tanda kita. Identitas kita. Kita duduk disini sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah Subhanahu wata allah. Allah janjikan dalam alquran. Kalau kita pandai bersyukur allah timba itu nikmat,” Jelasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan pada kesempatan ini, pemerintah Kabupaten Buton selain berterimakasih, juga mendorong semua agar meningkatkan keimanan dan mengambil keimanan dari tradisi-tradisi yang ada.
“Contoh ini. Saling berbagi ini. Kalau di Buton, istilahnya saling hormat menghormati. Saling harga menghargai. Jadi pertemuan seperti ini adalah sarana konsolidasi. Kita itu harus bersatu. Jangan pecah-pecah. Dan kita kompak. Tidak ada masalah yang tidak selesai. Dan galampa ini saya datang lalu. Masih bikin-bikin. Tapi gotong royong,” Jelasnya.
“Ini identitas kita. Mari kita jaga. Karena Buton ini sudah saya sampaikan beberapa pejabat di Pemda. Hati-hati juga dengan Buton ini. Buton ini kalau kita salah-salah kala kita ambil hak-hak rakyat tanpa sah. Kabarakatinya ini menyebabkan kita hancur. Dan saya meyakini satu hal. Lewat batata. Lewat doa. Lewat permohonan. Lewat tokoh adat, tokoh agama. Dia buka itu pintu rezeki,” Tandanya.

Sementara itu, camat Lasalimu, Dr La Ode Zahaba menjelaskan kegiatan ini telah menyatukan suatu kebaikan dalam bentuk rasa kesyukuran kepada negeri ini karena telah diwariskan oleh para leluhur dengan budaya-budaya yang masih melengket dan masih dipertahankan dari generasi ke generasi.
“Saya sebagai camat Lasalimu sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Dusun Lawunta terkhusus kepada lembaga adat yang telah melaksanakan kegiatan adat ini. Dan tetap mempertahankan saya melihat sangat unik. Beda dengan desa-desa lain,” Jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan karena potensi ini patut disyukuri budaya di Buton selalu berdampingan dengan agama. Agama dan budaya tidak terlepas. Ini merupakan suatu kekayaan Buton di Kecamatan Lasalimu.
“Pesta adat ini suatu cerminan rasa syukur kita kepada yang maha Kuasa sang Pencipta yang telah memberikan kita kekayaan-kekayaan yang senantiasa tidak putus. Saya sangat bangga rasa syukur ini kita wujudkan dalam suatu perwujudan yang mana saya melihat seluruh kecamatan di Kabupaten Buton kecamatan Lasalimu sangat luar biasa karena untuk pengembangan ekonomi untuk ditempat lain bisa kekurangan tapi kita di kecamatan Lasalimu kita kelebihan. Karena mayoritas masyarakat kita adalah petani dan alhamdulillah,” Ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Lawele, Nasra Bahum menjelaskan pesta adat ini setiap tahun dilakukan. Dari generasi ke generasi.
Namun kegiatan pada malam ini, merupakan kegiatan pertama untuk Dusun Lawunta mengundang ditingkat Kabupaten.
“Berberapa tahun kemarin. Dua tahun kemarin. Bapak camat Lasalimu beserta ibu hadir di pesta adat Bongkaana Tao ini,” Jelasnya.

Dengan terselenggeranya kegiatan ini, dirinya mengucapkan Terima kasih kepada para tokoh. Seperti, La Aludi. Pangalasa, Aminudin. Baharudin. Ilham. La Alufi. La Naipa. Nanang Lakaungge. La Hengka. Hafilun. La Sarifi dan La Rangko.
Tidak hanya itu, Nasra juga mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Buton, sebab selamanya ini Lawunta yang tidak punya status satuan pemerintah. Saat ini telah menjadi dusun.
“Ucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa karena di tahun ini yang selama ini Dusun ini tidak memiliki kepala Dusun dan hari ini Bulan Agustus kemarin alhamdulillah kepala dusunnya sudah ada. Saya selaku pemerintah Desa bersama masyarakat mengucapkan banyak-banyak terimakasih, ” Tandanya. (*)

