Panduanrakyat
Buton

Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Buton Bakal Bangun Lumbung Pangan Induk di Pasarwajo

PANDUANRAKYAT, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton bakal membangun fasilitas lumbung pangan induk di Ibu Kota Kabupaten Buton, Kecamatan Pasarwajo untuk mendorong ketahanan pangan di daerah tersebut.

“Bangun lumbung di Kabupaten Buton, lumbung induk,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton, La Lodi S.Pt,.M. Si kepada sejumlah wartawan usai mengikuti ngopi bareng Basiran di panggung alun-alun Takawa, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Jumat (9/9/2022).

Lanjut, La Lodi menjelaskan lumbung pangan ini nantinya akan menampung hasil-hasil panen ditingkat petani yang menjadi sentral produksi. Dari Kecamatan Kapontori sampai Wabula.

“Darimana isi lumbung ini, tentu hasil panen ditingkat petani yang menjadi sentral produksi dari Kecamatan Kapontori sampai di Kecamatan Wabula dari berbagai macam komoditi. Dari padi, dari ubi kayu dalam bentuk kaopi maupun hasil-hasil pertanian lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk mendukung itu, pemerintah daerah pun akan memberikan sejumlah fasilitas ditingkat lumbung desa. Misalnya, lantai jemur, penggilingan padi, pengolahan ubi kayu menjadi tepung kaopi dan gudang-gudang berupa lumbung-lumbung kecil yang ada disentra-sentra produksi.

“Misalnya di Lawele, dia penghasil padi, apa yang kita butuhkan disana untuk menunjang lumbung induk. Itukan harus ada lumbung-lumbung kecil, untuk menampung padinya, menggiling, menjemur. Begitu pula seperti di Wabula, di Koholimombono, tidak ada padi. Disini, lumbungnyakan dia ubi kayu, berarti kita butuhkan alat penggelolaan menjadi tepung. Itu di programkan 2023,” jelasnya.

Terkait, pembangunan lumbung pangan ini, La Lodi sudah menyampaikan kepada Pj Bupati Buton, Basiran.

“Dan beliau juga sudah mendukung dan sangat merespon akan program lumbung pangan di daerah Kabupaten Buton, mengapa di dalam lumbung ini tidak hanya beras, untuk mendukung ketahanan pangan, disamping beras kita juga menggairakan produksi pengan lokal. Dengan adanya lumbung ini, maka petani-petani lokal, maka para petani-petani ubi kayu, para petani-petani di luar padi, mereka juga punya gairah untuk bercocok tanam, karena jaminan pasar sudah di jamin lumbung pangan yang dibeli melalui APBD maupun APBN,” sambungnya.

Khusus untuk pendingin di Koholimombono seperti yang sampaikan Pj Bupati Buton, itu merupakan salah satu tempat penyimpanan ikan sebagai bahan pangan yang bersumber dari protein.

Terkait arahan itu, kata dia pihaknya sudah melakukan diskusi bersama Pj dan juga sudah rapat bersama tiga dinas, diantaranya, perikanan, dinas perindustrian dan ketahanan pangan.

“Kesimpulannya bahwa hari senin itu kami sudah mengecek di tempat itu nanti kami akan tuangkan dalam perda dalam bentuk kerja sama kami antara nelayan dengan pihak perikanan, ketahanan pangan dan perindustrian sehingga tidak ada lagi ikan yang dibuang-buang, seperti keluhan masyarakat atau harga ikan merosot, karena kita disini menyediakan tempat, menampung hasil-hasil nelayan kita sehingga kedepan itu jika terjadi peceklik di daerah-daerah yang jauh dari laut maka ini lah yang akan menjadi solusinya untuk mengoperasi pasar,” jelasnya.

“Kita akan beli ikannya, ikan-ikan yang murah itu, kita akan tampung ikan-ikan itu di sentra industri Koholimombono, karena disana kapasitasnya itu sekitar 1 kontainer.

Kata La Lodi dasar pembuatan lumbung ini sekarang sudah membuat Perda Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dan kondisinya saat ini sudah selesai harmonisasi kedua di Kementrian Hukum dan HAM Kanwil Provinsi Sulawesi Tenggara sejak seminggu lalu.

“Dan tinggal menunggu persetujuan dari Kemenkumham sudah itu, siap kita sidangkan di DPR. Itu menjadi payung hukum, regulasi tentang pangan daerah itu,” jelasnya.

Perda itu menjadi solusi membangun lumbung pangan di daerah Kabupaten Buton untuk mengantisipasi gejolak harga yang disebabkan penimpunan bahan pangan.

Lebih jauh, lokasi pembangunan lumbung induk pangan ini, La Lodi menjelaskan masih melakukan konsultasi bersama bagian Tampem Sekab Buton.

“Jadi sudah komunikasi tapem akan meminta lokasi untuk pembanggunan lumbung yang representatif nantinya ini kita akan bikin proposal bersama Pj kami akan antar di Badan Pangan Nasional untuk membangun lumbung pangan yang representatif untuk menampung hasil-hasil petani kita sehingga hasil penen petani kita punya nilai, karena kepastian pasarnya sudah siap diambil oleh lumbung pangan ,” ujarnya.

“Saya ingin ada lumbung pangan di Pasarwajo, sehingga ketika terjadi inflasi kita bisa mengendalikan harga di pasar,” tandasnya. (*)